Apa Itu Flashing Atap Rumah?
Untuk mencegah kebocoran, Anda perlu melakukan flashing atap rumah. Istilah tersebut umum di kalangan pekerja konstruksi bangunan, terutama yang bertanggung jawab pada bagian eksterior rumah.
Setiap pekerjaan konstruksi pada bangunan di bagian eksterior akan memasang lebih dari satu flashing. Mengapa demikian? Mari ketahui lebih lanjut mengenai flashing atap melalui pembahasan berikut ini!
Pengertian Flashing Atap Rumah
Flashing merupakan material bangunan yang penggunaannya bertujuan untuk melindungi rumah dari risiko kebocoran.
Pemasangan flashing berada di bawah sambungan plafon dengan atap, yang kemudian membentuk segel untuk melindungi atap rumah maupun gedung dari segala risiko kerusakan oleh air.
Flashing dibutuhkan sebab atap serta sisi rumah termasuk bagian yang paling rentan terhadap kebocoran maupun kerusakan lain yang bisa disebabkan oleh air hujan.
Kemampuan flashing melindungi dari kebocoran dipengaruhi oleh bahan dasar material flashing yang terbuat dari galvalume. Pembuatan galvalume itu sendiri mencakup baja ringan yang kemudian dilapisi oleh aluminium, seng, hingga silikon.
Kombinasi komponen tersebut berfungsi sebagai perlindungan baja dari aktivitas oksidasi, maka dari itu baja tidak akan mudah berkarat. Sifat flashing atap rumah yang dirancang khusus juga kedap air, tahan panas, hingga tahan terhadap tekanan berlebih.
Mengenal Tiga Jenis Flashing
Terdapat tiga jenis flashing yang dibedakan menurut lokasi peletakannya, yaitu eksternal dan internal. Untuk flashing eksternal, peletakannya dilakukan pada area terbuka seperti di area sambungan antara dinding dan atap.
Sedangkan, flashing internal peletakannya di area tersembunyi yang ditujukan untuk menangkap air merembes di dinding. Jadi, air dapat dialihkan ke luar dinding melalui saluran air. Untuk informasi lebih lengkap mengenai jenis flashing atap, mari intip penjabarannya di bawah ini.
-
Roof Flashing
Flashing atap atau roof flashing merupakan lembaran dengan bahan dasar galvanis ataupun jenis logam lain seperti tembaga, aluminium, hingga stainless steel. Pemasangannya di atap agar dapat mencegah air merembes melalui celah atap.
Kemudian, fungsi flashing atap rumah ini juga untuk mengalirkan air hujan ke talang air agar tidak membuat air tergenang maupun merembes di atap.
Lokasi pemasangan flashing jenis ini mulai dari bawah atap sirap, lalu sambungan antara atap dan plafon, hingga ventilasi rumah.
Terdapat beberapa letak pemasangan untuk flashing. Mari bahas satu per satu lokasi pemasangan tersebut berikut ini!
-
Pertemuan Atap dan Dinding
Apabila di rumah Anda terdapat atap yang tersambung langsung dengan dinding, biasanya akan muncul celah air masuk ke dalam rumah. Oleh karena itu, flashing sebaiknya dipasang di pertemuan genteng dan dinding.
-
Valley
Atap yang bentuk modelnya miring seperti lembah, atau yang membentuk dua bidang miring dengan satu titik temu, memerlukan pemasangan flashing berbentuk lembah.
Tujuan pemasangan ini tentu saja untuk mengalirkan air agar tidak merembes dan masuk ke talang air.
-
Cerobong Asap
Pemasangan flashing pada cerobong asap pun perlu Anda lakukan di setiap sela-sela cerobong maupun bidang atap.
-
Skylight
Atap rumah transparan, menjadi faktor lain yang mengharuskan Anda memasang flashing untuk menghindari risiko air rembes melewati celah skylight. Pasang di tiap sisi atau sela skylight akan memaksimalkan fungsi flashing.
-
Drip Edges
Flashing perlu juga dipasang pada tepi atap, sebab di sinilah air berisiko menetes ke rumah. Jadi, pasang flashing di bagian tepi atap untuk membuat air mengalir ke bawah.
-
Kickout
Pemasangan flashing atap bisa Anda lakukan pada ujung atap yang menempel langsung dengan dinding, sehingga air bisa mengalir ke talang maupun silikon air.
-
Window Flashing
Selain flashing atap, jenis yang satu ini juga tidak kalah penting sebab risiko air merembes melalui celah jendela pun tinggi.
Maka dari itu, untuk menghindari air merembes saat hujan deras turun sebaiknya lakukan flashing pada bagian atas maupun tepi jendela bercelah.
Pemasangan window flashing atau flashing jendela ini membuat dinding rumah Anda aman dari rembesan air hujan yang bisa masuk karena angin kencang. Window flashing terdiri dari tiga jenis material yang bisa Anda pilih sesuai preferensi, yaitu:
-
Window Flashing Logam
Flashing ini berupa lempengan logam yang tipis dari dasar logam. Kelebihan window flashing dari logam adalah materialnya mudah untuk Anda bentuk menyesuaikan kebutuhan ruangan.
Peletakannya bisa Anda lakukan di bagian jendela atas, seperti bentuk kanopi mini, sehingga air dapat langsung tumpah keluar sisi jendela dan tidak rembes ke sela-sela jendela rumah Anda.
-
Window Flashing Vinyl
Untuk jenis vinyl, Anda umumnya menemukan material tersebut sebagai pelapis untuk lantai. Flashing dengan material ini memerlukan pembentukan vinyl terlebih dahulu sebelum dipasang.
Setelah terbentuk, pemasangannya bisa Anda lakukan pada bukaan tepi bawah jendela atau ambang jendela. Jadi, air dapat terdorong dan mengalir langsung ke bawah. Jenis ini juga relatif lebih terjangkau biaya instalnya daripada jenis lain.
-
Window Flashing Tape
Merupakan bentuk terbaru flashing, window flashing dengan bahan tape bersifat membran yang dapat melekat dengan sendirinya karena sangat fleksibel.
Biasanya flashing tape ini dibentuk sebagai gulungan dan dipasang pada bagian bingkai agar dapat menahan jendela.
-
Deck Flashing
Bila Anda melakukan pemasangan deck atau teras, sebaiknya lakukan pemasangan flashing agar Anda mendapatkan perlindungan ganda.
Deck flashing juga serupa dengan window flashing, sehingga Anda bisa memakai flashing dari berbagai bahan, baik itu logam, stainless steel, maupun vinyl.
Cara Tepat Memasang Flashing Atap Rumah
Untuk memaksimalkan fungsi flashing atap, Anda perlu mengetahui cara pemasangannya yang sesuai. Jadi, fungsi flashing untuk melindungi rumah dari risiko kebocoran berjalan dengan semestinya.
Anda dapat melakukan empat langkah berikut ini saat ingin memasang flashing atap. Berikut adalah masing-masing penjelasannya:
-
Membersihkan Atap
Sikat-sikat atap dari debu maupun kotoran hingga bersih. Kemudian, Anda bisa mengisi rongga yang terdapat pada atap dengan semen atau plester.
Apabila Anda mengisi rongga di atap dengan lapisan pelapis, pastikan area tersebut sudah kering sempurna sebelum memasang flashing.
-
Memasang Flashing Atap
Pada atap yang bersih, tarik flashing dengan kuat ke atap. Anda harus memastikan flashing sudah terpasang dengan baik dan tidak ada celah lagi. Jika sudah yakin flashing terpasang sempurna pada atap, Anda bisa melanjutkan ke langkah berikutnya.
-
Memasang Tepi Flashing Atap
Berikutnya, pasang bagian tepi flashing atap rumah menggunakan sekrup dan baut. Perhatikan setiap sudut agar flashing sudah terpasang dengan baik tanpa celah. Gunakan sealant untuk menutup celah yang masih ada.
-
Menguji Flashing Atap
Jika flashing telah terpasang dengan baik, Anda bisa melakukan pengujian untuk memastikan ia bekerja maksimal.
Cara mengujinya bisa dengan air yang Anda semprotkan di atas flashing. Bila tidak ada kebocoran, berarti flashing atap telah terpasang sempurna.
Setelah membaca tentang flashing atap rumah, semoga Anda mendapatkan wawasan baru mengenai cara menjaga rumah dari risiko kebocoran. Sesuaikan material dan lokasi pemasangan flashing dengan kebutuhan Anda sehingga fungsinya bisa lebih optimal!
Referensi
https://kpssteel.com/atap/flashing-atap-adalah-apa-saja-jenis-kegunaanya/
https://www.gnetindonesia.com/blogs/fungsi-flashing-pada-atap-rumah
Djabesmen Regains Top Brand No.1 Award for the Tenth Time
Djabesmen Won Top Brand Award
Read Post arrow_right_alt
Tips for Creating a Rooftop Garden
Planning to create a rooftop garden? Discover these valuable tips to elevate its charm and allure!
Read Post arrow_right_alt
Roof Repair Solutions for Urgent Situations
Here are some tips and emergency roof repair techniques that you can implement in critical conditions.
Read Post arrow_right_alt
Here are the Reasons Why Roofs Are Made with Corrugations
Why are roofs made with corrugations? Learn about its rationale and various benefits!
Read Post arrow_right_alt