Perhatikan Hal Ini Sebelum Memilih Atap Rumah !
2016-09-02
Kemitraan PT Djabesmen di Wilayah Serang
2016-09-23

Penggunaan Rangka Atap Baja Ringan untuk Atap Djabesmen

Saat ini, rangka bangunan dari kayu sudah tidak lagi banyak digunakan sebagai material bangunan, terutama sebagai bahan struktur rumah atau bingkai atap. Kayu sudah menjadi material yang mahal karena ketersediaannya yang menipis sehingga meningkatkan permintaan terhadap kayu (terutama karena faktor keindahan). Akibatnya, persediaan kayu tidak dapat memnuhi permintaan pasar yang meningkat.

Sebaliknya, material yang terbuat dari logam lebih disukai oleh pasar. Selain karena materialnya yang lebih kuat, logam lebih mudah untuk dirawat dibandingkan kayu. Logam juga memiliki banyak jenis berdasarkan tingkat kekuatan dan fungsinya. Beberapa diantaranya adalah alumunium yang banyak digunakan sebagai bingkai pintu dan jendela, dan baja ringan sebagai struktur rangka atap rumah.

Cara pemasangan struktur rangka baja ringan Djabesmen cenderung sama dengan struktur rangka atap lainnya, namun jauh lebih mudah. Rangka baja ringan untuk atap fiber semen terdiri dari struk kuda-kuda yang dipasang dengan jarak maksimal 1200 mm, dan jarak antar rangka yang terpasang adalah maksimal 700 mm. Pengukuran ini direkomendasikan untuk pemasangan atap fiber semen dengan kemiringan 30 derajat.

Setiap bagian atap fiber semen harus dipaku pada rangka atapnya, bukan hanya pada bagian atap sebelah-sebelahnya. Jarak yang direkomendasikan antara bagian atap yang perlu dipaku adalah sekitar 100 mm dari ujung bagian atap. Paku yang digunakan adalah baut bor dengan pemasangan karet segel diantara baut dan atap.

Comments are closed.

google6fbcfdd73bb6cad4.html