Cara Aplikasi Pada Atap Miring


C. Pemakuan pada atap Djabesmen
  • Pemakuan ataupun pemasangan baut pada atap Djabesmen harus dilapisi dengan ring karet, untuk mencegah air masuk pada celah lubang pemakuan sehingga mengakibatkan kebocoran.
  • Paku setiap lembar fiber semen pada puncak gelombang ke dua dari kiri dan puncak gelombang ke dua dari kanan cukup menggunakan 2 s/d 4 paku (tergantung ukuran asbes semen).
  • Hindari pemakuan di tengah-tengah bidang asbes semen. Sebaiknya gunakan alat bor untuk melubangi lembaran asbes semen.
  • Hindari juga perlakuan pemasangan paku atau mur yang terlalu keras terhadap bidang fiber semen, karena dapat menimbulkan keretakan.
  • Penempatan pemakuan tidak disarankan berada pada tumpangan antar fiber semen karena dapat mengakibatkan keretakan pada fiber semen.
D. Ketentuan Tumpangan Akhir & Tumpangan Lebar
  • Tumpangan akhir minimum untuk sudut rekomendasi (min.20 derajat) adalah 100 mm.
  • Untuk fiber semen pada kemiringan yang tegak lurus (90 derajat), tumpangan akhir dapat dipasang hingga 200 mm.
  • Tumpangan lebar pada gelombang kecil1 1/2 dan 1 gelombang untuk gelombang besar dan genteng fiber semen.
E. Standart jarak antar kuda-kuda
  • Gunakan rangka atap kuda-kuda dari material kayu, baja ringan, besi, atau material yang memiliki karakter yang kuat dan kaku.
  • Pasang kuda-kuda dengan jarak minimum 1200, atau sesuaikan dengan panjang bentang dari atap bangunan yang akan dipasang
F. Standart jarak gording
  • Standar jarak antar gording adalah 800mm-1300 mm dengan standart sudut kemiringan atap minimal 20 derajat.
  • Beberapa contoh pembagian jarak gording sebagai berikut :
A B C D
1500 1300 - -
1800 - 800 -
2000 - 900 -
2100 - 950 -
2250 - 1250 -
2400 - 1100 -
2500 - 1150 -
2700 - 1250 -
3000 - - 940

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

google6fbcfdd73bb6cad4.html